Sábado 22 de Septiembre de 2018
El portal de la papa en Argentina
7.89%Variación precio
puestos MCBA
  • Intervalos nubosos con chubascos tormentososBalcarceBuenos Aires, Argentina
    - 23°
  • Cielos despejadosVilla DoloresCórdoba, Argentina
    17° - 35°
  • Intervalos nubosos con lluvias débilesRosarioSanta Fe, Argentina
    19° - 31°
  • Cielos despejadosEstacion UspallataMendoza, Argentina
    - 21°
  • Cielos despejadosCandelariaSan Luis, Argentina
    16° - 36°
  • Cielos despejadosChoele ChoelRío Negro, Argentina
    12° - 23°
  • Cielos despejadosSan Miguel de Tuc.Tucumán, Argentina
    15° - 34°
Ampliar
 Buscador de Noticias
Asia 07/01/2018

Indonesia: Terpaksa Naikkan Harga Kentang, Pedagang Sepi Pembeli

Harga kentang yang hanya naik Rp1000 pada Sabtu, (6/1/2018) sudah membuat pedagang sedikit kewalahan dikarenakan berdampak pada sepinya pembeli jenis umbi-umbian satu ini.

"Kentang untuk hari ini memang naik Rp.1000, tapi naiknya harga kentang biarpun sedikit berdampak pada penjualan kami yang menurun, sedikit kewalahan juga kami," jelas Dedek salah satu pedagang di pasar tradisional, Pasar Pagi Pangkalpinang. Dedek mengungkapkan, harga kentang yang semula berkisar Rp.12.000 kini menjadi Rp.13.000. "Untuk hari ini kentang naik menjadi Rp.13.000," ungkapnya.

Disebutkan Dedek, kenaikan harga juga dilakukan pedagang lantaran stok yang terbatas. "Stok kentang dari sananya sedikit jadi terpaksa kita taikkan harganya. Ini juga  untungnya tidak banyak," jelasnya.

Cuaca yang kurang bersahabat pun disinyalir menjadi faktor utama sehingga stok kentang terbatas dan berdampak pada kenaikan harga, dimana angin kencang dan ombak yang tinggi akhir-akhir ini membuat tersendatnya akses ke Bangka Belitung (Babel). "Angin kencang, ombak tinggi juga menjadi kendalanya sehingga stok kentang sedikit" tuturnya.

Dedek pun berharap agar kondisi cuaca ekstrem ini cepat terlewati. "Mudah-mudahan lah cuaca seperti ini cepat berlalu lah," tutupnya

Fuente: http://klikbabel.com/2018/01/06/terpaksa-naikkan-harga-kentang-pedagang-sepi-pembeli


Te puede interesar