Indonesia: Bunga Es Ancam Kesuburan Ladang Kentang di Dieng | ARGENPAPA
Sábado 18 de Agosto de 2018
El portal de la papa en Argentina
-7.41%Variación precio
puestos MCBA
  • Cielos nubosos con lluvias débilesBalcarceBuenos Aires, Argentina
    - 16°
  • Cielos nubososVilla DoloresCórdoba, Argentina
    - 20°
  • Cielos nubosos con lluvias moderadasRosarioSanta Fe, Argentina
    - 22°
  • Intervalos nubosos con lluvias débilesEstacion UspallataMendoza, Argentina
    -3° - 10°
  • Cielos nubososCandelariaSan Luis, Argentina
    - 22°
  • Cielos despejadosChoele ChoelRío Negro, Argentina
    - 14°
  • Cielos nubosos con lluvias débilesSan Miguel de Tuc.Tucumán, Argentina
    11° - 26°
Ampliar
 Buscador de Noticias
Asia 10/07/2018

Indonesia: Bunga Es Ancam Kesuburan Ladang Kentang di Dieng

Sejak beberapa hari yang lalu, embun upas atau bunga es (frost) mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng khususnya Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Dini hari tadi embun upasnya terlihat cukup tebal, kemarin masih tipis. Tadi malam suhunya terasa sangat dingin, saya tidak sempat melihat termometer tapi mungkin sampai di bawah minus lima derajat Celcius," kata salah seorang warga Dieng Kulon, Alif Faozi di Banjarnegara, seperti yang dikutip dari Antara pada Sabtu (7/7).

Menurut Alif munculnya embun upas sulit diprediksi, karena sangat tergantung pada suhu udara di Dataran Tinggi Dieng.

Dia mencontohkan sebelum embun upas muncul pada Jumat (6/7) dini hari, suhu udara pada Kamis (5/7) sore terasa sangat dingin dan malam harinya makin dingin.

"Kalau sore ini terasa seperti biasa, suhu udara sekitar 16 derajat Celcius. Mungkin nanti malam embun upasnya tidak muncul, kalaupun muncul mungkin tipis," ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa itu.

Alif mengakui munculnya embun upas merupakan fenomena menarik bagi wisatawan karena seolah Dataran Tinggi Dieng diselimuti salju.

Akan tetapi, katanya, fenomena alam itu merusak kesuburan tanaman kentang yang banyak dibudidayakan petani di Dataran Tinggi Dieng.

Tanaman kentang yang terkena embun upas akan mengering dan bisa mati.

"Seperti sore ini banyak tanaman kentang yang mengering akibat terkena embun upas yang muncul tadi malam hingga Jumat dini hari," kata Alif.

Kepala Desa Dieng Kulon Slamet Budiono mengakui jika embun upas mulai muncul dalam beberapa hari terakhir namun masih tipis dan tidak luas.

Akan tetapi, kata Slamet, embun upas yang muncul pada Jumat (6/7) dini hari cukup luas dan areal tanaman kentang yang terpapar terlihat putih seperti tertutup bunga es.

Ia memperkirakan luas lahan tanaman kentang yang terpapar embun upas sekitar 30 hektare.

"Kalau tanaman kentang dengan umur di bawah 60 hari ada kemungkinan akan puso, daun tanaman kentang bakal menguning seperti terbakar," kata Slamet.

(ard) Saksikan Video Cuplikan Gol-gol Piala Dunia 2018 dan Highlights Menarik Lainnya di Trofi Bola Dunia CNNIndonesia.com

Fuente: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180707100656-20-312271/bunga-es-ancam-kesuburan-ladang-kentang-di-dieng


Te puede interesar