Lunes 16 de Julio de 2018
El portal de la papa en Argentina
-9.52%Variación precio
puestos MCBA
  • Cielos nubososBalcarceBuenos Aires, Argentina
    - 10°
  • Intervalos nubososVilla DoloresCórdoba, Argentina
    - 18°
  • Intervalos nubososRosarioSanta Fe, Argentina
    - 15°
  • Intervalos nubosos con lluvias débilesEstacion UspallataMendoza, Argentina
    -2° -
  • Cielos despejadosCandelariaSan Luis, Argentina
    - 19°
  • Cielos nubososChoele ChoelRío Negro, Argentina
    - 11°
  • Intervalos nubososSan Miguel de Tuc.Tucumán, Argentina
    10° - 18°
Ampliar
 Buscador de Noticias
Asia 10/04/2018

Indonesia: Harga Kentang di Tingkat Petani di Batang Anjlok

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Petani kentang di Desa Gerlang Kecamatan Blado Kabupaten Batang terkendala kelangkaan dan melonjaknya harga pupuk untuk tanaman kentang.

Seorang petani kentang, Heriyanto mengatakan, harga pupuk kandang yang biasanya digunakan untuk menyuburkan tanah melonjak dari Rp 18 ribu menjadi Rp 28 ribu per 50 kilogram.

Dijelaskan, untuk satu hektar tanaman kentang, petani setikaknya butuh sekitar 250 kilogram pupuk kandang.

"Selain pupuk kandang, setelah tanam petani juga masih butuh pupuk lainnya," katanya, Sabtu (7/4).

Selain mahal, petani juga harus menunggu cukup lama untuk mendapat pupuk.

Menurut Heriyanto, kini ia harus menunggu paling tidak empat hari bahkan seminggu untuk mendapatkan pupuk.

"Jika harganya naik kami bisa maklum. Namun ini setelah pesan datangnya lama. Biasanya tidak seperti itu," tambah dia.

Lebih miris lagi, harga kentang juga turun drastis hingga lebih dari 50 persen. Dikatakan petani kentang lainnya, Edi, biasanya harga kentang Rp 13 per kilogram. Namun belakangan ini, harga komoditas itu hanya Rp 6 ribu.

Edi menduga, turunnya harga kentang lantaran melimpahnya pasokan dari Jawa Timur (Jatim). Selama ini, sambung dia, harga kentang dari Jatim dan Jateng selalu bersaing di pasaran. "Kemungkinan karena banyaknya pasokan kentang dari Jatim hingga harga jatuh," ujar dia.

Selain itu, petani di Desa Gerlang juga harus menghadapi tingginya harga bibit kentang. Harga satu bibit kentang mencapai Rp 1.500. Tiap kilogram biasanya berisi sekitar 20 bibit kentang. Mahalnya harga bibit kentang dikarenakan petani di wilayah itu harus mendatangkannya dari Wonosobo.

Banyaknya persoalan yang dihadapi petani kentang menggugah Wawan Susanto. Pemuda setempat berusia 24 tahun itu berusaha membudidayakan bibit kentang secara mandiri. "Selama ini petani bergantung pada bibit yang berasal dari daerah lain," kata dia yang sudah membudidayakan bibit kentang selama enam bulan terakhir.

Berbekal pengetahuan seadanya, Wawan membudidayakan bibit kentang dengan sistem kultur. Dari mulai kecambah hingga bibit bisa ditanam di ladang, Wawan butuh waktu sekitar 65 hari. Lantaran baru "coba-coba" Wawan belum berani memasarkan bibit kentangnya. Ia masih memberikan gratis bibit itu pada petani di desanya yang berminat untuk menanamnya.

"Sudah ada delapan petani yang ambil bibit dari saya. Jadi petani sebenarnya sangat menjanjikan asal ditekuni. Namun banyak pemuda yang memilih ke kota dan jadi pekerja pabrik," jelasnya.

Terkait persoalan pembibitan, Wawan berharap Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Batang bisa membantu dengan cara mengedukasi dan memberi pelatihan padanya dan petani lain di Desa Gerlang. Menurut dia, selain cara penanaman hingga panen, pembibitan juga sangat penting bagi petani. (tribunjateng/cetak/bud)

Fuente: http://jateng.tribunnews.com/2018/04/08/harga-kentang-di-tingkat-petani-di-batang-anjlok


Te puede interesar